Tampilkan postingan dengan label Fokus News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus News. Tampilkan semua postingan
TAK HILANGNYA TRADISI SLAMETAN PADA PENSUCIAN PEDANG RACANA
Racana- salah satu UKM yang ada di kampus INISNU Tahunan Jepara mengadakan acara pensucian pedang Racana dan sebelumnya dilakukan selametan dilantai satu kampus INISNU dimulai ba’da maghrib pukul 06.00, 7 desember 2010 dihadiri pemangku adat, alumni, anggota racana, dan undangan UKM-UKM lain.
Pensucian ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada bulan Muharrom (1 syuro).
“untuk merekatkan para anggota dan mensucikan simbol racana” demikian dikatakan Agus Setiawan sang pemangku adat. Pensucian pedang dilaksanakan di desa Lebak rumah Zainuddin salah satu alumni racana menggunakan minyak misik, kembang setaman, dan pembakaran menyan.
Selesai selametan, anggota racana saling ngobrol bersama pemangku adat, terutama perkenalan dengan anggota baru. Jam 20.00 acara jagongan selesai anggota baru pada pulang, sedangkan alumni dan pemangku adat pergi ke Lebak tempat pensucian pedang.(Risna/Alis)
Pensucian ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada bulan Muharrom (1 syuro).
“untuk merekatkan para anggota dan mensucikan simbol racana” demikian dikatakan Agus Setiawan sang pemangku adat. Pensucian pedang dilaksanakan di desa Lebak rumah Zainuddin salah satu alumni racana menggunakan minyak misik, kembang setaman, dan pembakaran menyan.
Selesai selametan, anggota racana saling ngobrol bersama pemangku adat, terutama perkenalan dengan anggota baru. Jam 20.00 acara jagongan selesai anggota baru pada pulang, sedangkan alumni dan pemangku adat pergi ke Lebak tempat pensucian pedang.(Risna/Alis)
Rela lembur semaleman demi MQK
Syari’ah, “Lembur semaleman” adalah kata yang sering didengar dan juga dilakukan oleh panitia kegiatan ketika acara sudah mulai mepet dilaksanakan. Hal itu juga yang dilakukan oleh panitia Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) dan juga beberapa petinggi Badan Eksekutif Mahasisiwa (BEM) Fakultas Syari’ah kemarin (minggu malam, 12/12) di Office Bem fakultas Syari’ah.
Terlihat sangat sibuk dan akrab para Pelembur di markas utama Bem fakultas Syariah itu. Disela-sela istiharat dan makan malam yang disediakan, Maghfurir Rahman selaku Presiden Bem Fakultas Syari’ah yang juga ikut serta mendampingi dan membantu agar persiapan Lomba MQK dapat berjalan lancar dan sesuai harapan membenarkan kalau malam itu mereka pada lembur demi terselenggaranya MQK esok hari.
Tak seluruh panitia dan pengurus Bem Fakultas Syari’ah yang terlihat pada malam itu, hanya sebagian saja. Habib (Red) selaku panitia yang mendapat posisi di Sekretaris juga membenarkan hal itu, dia juga mengungkapkan bahwa mereka lembur karena mengingat esok harinya pukul 08.00 acara dimulai.
Dari luar sangat terlihat apa saja yang sedang dilakukan, mereka menggarap beberapa peralatan dan dekorasi serta administrasi yang belum terselesaikan. Semakin lama berjalannya waktupun semakin larut malam dan beberapa diantara mereka sudi menginap dan tidur tanpa kasur dan guling di Office Bem fakultas Syari’ah bahkan ada juga yang tak tidur demi MQK. (wkz)
Terlihat sangat sibuk dan akrab para Pelembur di markas utama Bem fakultas Syariah itu. Disela-sela istiharat dan makan malam yang disediakan, Maghfurir Rahman selaku Presiden Bem Fakultas Syari’ah yang juga ikut serta mendampingi dan membantu agar persiapan Lomba MQK dapat berjalan lancar dan sesuai harapan membenarkan kalau malam itu mereka pada lembur demi terselenggaranya MQK esok hari.
Tak seluruh panitia dan pengurus Bem Fakultas Syari’ah yang terlihat pada malam itu, hanya sebagian saja. Habib (Red) selaku panitia yang mendapat posisi di Sekretaris juga membenarkan hal itu, dia juga mengungkapkan bahwa mereka lembur karena mengingat esok harinya pukul 08.00 acara dimulai.
Dari luar sangat terlihat apa saja yang sedang dilakukan, mereka menggarap beberapa peralatan dan dekorasi serta administrasi yang belum terselesaikan. Semakin lama berjalannya waktupun semakin larut malam dan beberapa diantara mereka sudi menginap dan tidur tanpa kasur dan guling di Office Bem fakultas Syari’ah bahkan ada juga yang tak tidur demi MQK. (wkz)
MUSABAQOH QIRO’ATUL KUTUB
Musabaqoh qiro”atul kutub pondok pesantren se-kabupaten Jepara yang dilaksanakan pada hari senin,13 desember 2010 merupakan salah satu program kerja dari kementrian agama, dimana juara dari musabaqoh ini akan diikutsertakan pada lomba qiro’atul kutub se-Jawa Tengah, dan BEM fakultas syari’ah INISNU Jepara diberikan kesempatan untuk menjadi panitia penyelenggara.
Ahmad Ulin Nuha selaku ketua panitia dari acara ini, menyatakan bangga mendapat kepercayaan dari kementrian agama untuk menjadi panitia penyelenggara Musabaqoh Qiro’atul kutub ini, dan menyatakan juga yang melatarbelakangi diadakannya lomba ini adalah panitia berharap suatu hari akan ada bibit baru yang ahli dalam bidang Qiro’atul Kutub. Panitia berjumlah 25 orang dari Fakultas Syari’ah semester tiga dan pengurus BEM fakultas Syari’ah INISNU.
Dalam Musabaqoh Qiraatul kutub ini ada dua tingkatan yang diujikan, yaitu marhalah ‘ula dan marhalah wustha. Dalam marhalah ‘ula yang diujikan dari fiqh adalah kitab Sulamut Taufiq, dari Nahwu adalah kitab Al-jurumiyyah, dari akhlaq kitab Ta’lim Muta’allim, dan dari Tarikh kitab Khulashoh Nurul Yaqin. Dan tingkatan Marhalah Wustho yang diujikan dari tafsir kitab Tafsir Jalalain, dari Fiqh kitab fathul Qorib, dari nahwu kitab umritiy, dan dari Akhlaq adalah kifayatul Adzqiya’. Ktiteria penilaian Musabaqoh ini adalah kefasihan membaca, kebenaran membaca, dan pemahaman ma’na. Setiap peserta membaca satu kitab yang telah ditentukan oleh panitianya.
Tema yang diusung dalam musabaqoh ini adalah “ meningkatkan jiwa spiritualisme santri demi pengembangan potensi keagamaan dan kemasyarakatan” yang memiliki tujuan keagamaan dapat meningkat dan kiprah santri ada dalam masyarakat. Musabaqoh ini ditargetkan dapat diikuti oleh 50 peserta, namun peserta yang hadir ada 39 peserta, dari ‘ula 12 peserta dan dari wustho 27 peserta.
Juri dari Musabaqoh ini ada tiga orang yaitu H. Ali As’ad Al-Hafidz, Khalilurrahman, dan Bpk.Hudi Al-Hafidz, dengan kriteria alumni dari pondok pesantren, alumni dari mahasiswa INISNU, dan yang terakhir dari dosen.
Salah satu dari peserta yang bernama Ida Masruroh yang masih berusia 12 tahun perwakilan dari pondok Darut Ta’lim Bangsri yang di datangi tim Fokus menyatakan merasa senang dapat mewakili lomba Qiro’atul kutub. (Asyiah/Uyun)
Ahmad Ulin Nuha selaku ketua panitia dari acara ini, menyatakan bangga mendapat kepercayaan dari kementrian agama untuk menjadi panitia penyelenggara Musabaqoh Qiro’atul kutub ini, dan menyatakan juga yang melatarbelakangi diadakannya lomba ini adalah panitia berharap suatu hari akan ada bibit baru yang ahli dalam bidang Qiro’atul Kutub. Panitia berjumlah 25 orang dari Fakultas Syari’ah semester tiga dan pengurus BEM fakultas Syari’ah INISNU.
Dalam Musabaqoh Qiraatul kutub ini ada dua tingkatan yang diujikan, yaitu marhalah ‘ula dan marhalah wustha. Dalam marhalah ‘ula yang diujikan dari fiqh adalah kitab Sulamut Taufiq, dari Nahwu adalah kitab Al-jurumiyyah, dari akhlaq kitab Ta’lim Muta’allim, dan dari Tarikh kitab Khulashoh Nurul Yaqin. Dan tingkatan Marhalah Wustho yang diujikan dari tafsir kitab Tafsir Jalalain, dari Fiqh kitab fathul Qorib, dari nahwu kitab umritiy, dan dari Akhlaq adalah kifayatul Adzqiya’. Ktiteria penilaian Musabaqoh ini adalah kefasihan membaca, kebenaran membaca, dan pemahaman ma’na. Setiap peserta membaca satu kitab yang telah ditentukan oleh panitianya.
Tema yang diusung dalam musabaqoh ini adalah “ meningkatkan jiwa spiritualisme santri demi pengembangan potensi keagamaan dan kemasyarakatan” yang memiliki tujuan keagamaan dapat meningkat dan kiprah santri ada dalam masyarakat. Musabaqoh ini ditargetkan dapat diikuti oleh 50 peserta, namun peserta yang hadir ada 39 peserta, dari ‘ula 12 peserta dan dari wustho 27 peserta.
Juri dari Musabaqoh ini ada tiga orang yaitu H. Ali As’ad Al-Hafidz, Khalilurrahman, dan Bpk.Hudi Al-Hafidz, dengan kriteria alumni dari pondok pesantren, alumni dari mahasiswa INISNU, dan yang terakhir dari dosen.
Salah satu dari peserta yang bernama Ida Masruroh yang masih berusia 12 tahun perwakilan dari pondok Darut Ta’lim Bangsri yang di datangi tim Fokus menyatakan merasa senang dapat mewakili lomba Qiro’atul kutub. (Asyiah/Uyun)
Indonesia Dan Globalisasi
Globalisasi dan pesatnya perkembangan dunia sewasa ini menurut adanya pergeseran dan reorientasi kebijakan setiap negara. Sebagai Negara yang berusaha untuk tetap konsekuen melaksanakan kebijakan politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia harus berhadapan dengan kondisi politik dunia yang jauh berbeda dengan ketika masih berlangsungnya Perang Dingin.Tidak mudah bagi Indonesia yang masih mengalami perkembangan ekonomi tersendat, untuk selalu mempertahankan posisi politik luar negeri yang bebas aktif, karena mau tidak mau Iindonesia harus memperhitungkan dengan cermat semua konsekuensinya apa bila harus berhadapan dengan kepentingan negara besar semisal Amerika Serikat di tingkat global maupun regional.
Dunia diplomasi telah mengalami perkembangan, dan telah terjadi interaksi yang saling berhubungan antara politik, diplomasi dan pelaksanaan hukum internasional maupun hubungan internasional. Perkembangan dalam hubungan internasional telah memunculkan berbagai isu global. Para penentu kebijakan politik di Indonesia harus terus mengikuti setiap kecenderungan yang muncul di dunia, termasuk dalam menangani masalah lingkungan hidup, global warming sampai ke masalah terorisme.
Buku ini antara lain menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya di tengah percaturan internasional. Keandalan dan ketangguhan para pemegang kekuasaan, serta kualitas para diplomat kita, pada konteks ini sangat dipertaruhkan demi harga diri dan martabat bangsa di mata dunia.
Ospek perdana mahasiswa cabang INISNU 2010
Secara umum tujuan Ospek sendiri tak hanya sebatas pengenalan, Menurut Ulil Anwar selaku ketua panitia, alasan dan tujuan pengangkatan tema tersebut karena saat ini mahasiswa Inisnu kebanyakan redup dalam nalar kritis dan juga kebanyakan apatis, hedonis, pragmatis, oleh karena itu dari pihak panitia bertujuan mereaktualisasikan hal tersebut yang dianggap sudah hilang.
Kegiatan rutin tiap tahun itu kali ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya Ospek di adakan satu gelombang dalam setahun, kali ini Ospek diadakan dua gelombang. Gelombang pertama diadakan pada tanggal 20-23 September 2010 dengan peserta utama mahasiswa Regular yang berjumlah 305 mahasiswa, sedangkan gelombang kedua diadakan pada tanggal 28-29 September 2010 dengan peserta sekitar 200 mahasiswa. Saat di mintai komfirmasinya, ketua panitia yang juga aktif di PMII itu mengatakan “ awalnya kita merencanakan satu gelombang, tapi di tengah-tengah perjalanan kami mendapat rekomendasi dari pimpinan untuk mengadakan ospek gelombang kedua dengan peserta mahasiswa-mahasiswi baru di cabang, sebetulnya mau kami jadikan satu tapi mengingat tempat yang sempit maka kami jadikan dua gelombang dan konsep sedikit berbeda karena meskipun mahasiswa di cabang ada yang muda tapi masih lebih banyak yang tidak muda lagi”.
Perbedaan antara gelombang satu dan dua diantaranya jelas bahwa jumlah hari, kemudian konsep dan juga logistic. Gelombang pertama yang secara kasat mata mirip dengan konsep Ospek tahun kemarin yang terdapat banyak logistic dan juga aturan-aturan yang mungkin sebagian orang merasa berat untuk memenuhinya. Sedangkan gelombang kedua dengan peserta yang lebih banyak dari kalangan orang-orang tua, dan jarak antara rumah dan kampus induk jauh serta kesibukan yang mereka miliki maka dari pihak panitia lebih mengutamakan materi yang tersampaikan ketimbang konsep-konsep yang lain.
Dengan adanya Ospek gelombang kedua ini sudah mulai kelihatan ada keseriusan dan juga penekanan dari pihak pimpinan untuk membenarkan isu yang belakangan ini kita ketahui bersama tentang diwajibkannya sertifikat Ospek sebagai syarat untuk ujian munaqosah. Kalau memang seratus persen benar isu tersebut, mungkin harapan kita semua Ospek tahun yang akan datang dapat ditingkatkan kwalitasnya yaitu konsep, manajemen dan aplikasinya, sehingga harapan-harapan utama dari Ospek itu sendiri dapat tercapai.
by : wahyu khoiruz zaman