Selasa, 14 Desember 2010

Keseimbangan dunia- akherat


Dalam surat Al Qoshos ayat 77 Allah SWT member arahan hidup yang jika dirinci sebagai berikut :
1. Hendaknya kita mampu memanfaatkan apa saja yang dibrikan Allah, untuk kepentingan akherat (Daral Akhirat).
2. Meskipun demikian , Allah juga member arahan kita tidak melupakan kepentingan didunia. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa kegiatan hidup itu harus seimbang antara mengejar kepentingan dunia adan kepentingan akherat. Namun akherat harus kita utamakan. Karena akherat khoirun wa abqaa, lebih baik dan lebih kekal.
3. Agar kita bisa memperoleh keuntungan dunia-akerat , oleh harus berbuat ihsan kepada sispa saja, kapan saja dan dimana asaja , sebagaimana Allah berbuat baik kepada kita,
4. Disamping itu, kita harus menjauhkan laku fasaad fil ardli bebuat keruskan dibumi ini, baik dengan ilmu, tehnologi, harta atau yang lain.

Ada dua maqolah (maqolah ke 4 dan ke lima) dalam kitab Nashoo ihul Ibad yang dapat memandu agar kita bisa mengisi kehdipan sebagai mana arahan Allah diatas.

Maqalah 4
Mengutip dari Syaikh Abdul Mu’thy As-Samlawiy, bahwa diriwayatkan dari Umar ra. Sesungguhnya Nabi saw. bertanya kepada Jibril dan sabdanya :

صف لى حسنات عمر, عمر, فقال : لو كانت البحار مدادا والشجر اقلاما لما حصرتها. صف لى حسنات ابى بكر فقال : عمر حسنة من حسنات ابى بكر.

Kemukakanlah kepadaku tentang kebaikan Umar, lalu Jibril menjawab : andaikan seluruh samudra menjadi tinta dan pepohonan menjadi nizcaya aku tak dapat menghitung kebaikannya ; Nabi bertanya lagi : kemukakanlah sekarang kebaikan Abu Bakar, dan Jibril menjawab : Umar itu sendiri termasuk salah satu kebaikan Abu Bakar”.

Dalam hal lain dinyatakan sebagai berikut :

عز الدّنيا بالمال ك وعز الأخرة بصالح الأعمال

Keluhuran dunia dicapai dengan harta, sedang keluhuran akhirat dicapai dengan amal perbuatan yang saleh.

Dengan demikian, urusan dunia tidak menjadi kuat dan maslahat melainkan dengan harta, seperti halnya urusan akhirat akan menjadi kuat dan maslahat hanya jika dicapai dengan amal saleh.

Maqalat 5
Dari Utsman Radliyallahu Anhu menyatakan :

همّ الدّنيا ظلمة فى القلب ك وهمّ الأخرة نور فى القلب

Kepayahan menghadapi dunia itu kegelapan di hati, sedang kepayahan menghadapi akhirat menjadi sinar penerang hati”.

Dimaksudkan bahwa, kesusahan yang timbul dari urusan-urusan keduniaan itu mengakibatkan hati menjadi gelap sedang kesusahan dari urusan akhirat justru membuat hati bersinar terang..

Atas dasar 2 maqolah tersebut, hendakanya kita mampu memperoleh izzut dun ya dan izzul akherat sekaligus . Maal (harta) yang kita miliki di dunia ini harus kita gunakan pada sholihil a’mal (berbuat baik ) untuk kepentingan akherat kelak.
Ya Allah, janganlah engkau jadikan dunia ini sebagai target keperluanku dan tujuan ilmuku. Amin. ( Drs. H. Akhirin Ali, M. Ag )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Keseimbangan dunia- akherat


Dalam surat Al Qoshos ayat 77 Allah SWT member arahan hidup yang jika dirinci sebagai berikut :
1. Hendaknya kita mampu memanfaatkan apa saja yang dibrikan Allah, untuk kepentingan akherat (Daral Akhirat).
2. Meskipun demikian , Allah juga member arahan kita tidak melupakan kepentingan didunia. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa kegiatan hidup itu harus seimbang antara mengejar kepentingan dunia adan kepentingan akherat. Namun akherat harus kita utamakan. Karena akherat khoirun wa abqaa, lebih baik dan lebih kekal.
3. Agar kita bisa memperoleh keuntungan dunia-akerat , oleh harus berbuat ihsan kepada sispa saja, kapan saja dan dimana asaja , sebagaimana Allah berbuat baik kepada kita,
4. Disamping itu, kita harus menjauhkan laku fasaad fil ardli bebuat keruskan dibumi ini, baik dengan ilmu, tehnologi, harta atau yang lain.

Ada dua maqolah (maqolah ke 4 dan ke lima) dalam kitab Nashoo ihul Ibad yang dapat memandu agar kita bisa mengisi kehdipan sebagai mana arahan Allah diatas.

Maqalah 4
Mengutip dari Syaikh Abdul Mu’thy As-Samlawiy, bahwa diriwayatkan dari Umar ra. Sesungguhnya Nabi saw. bertanya kepada Jibril dan sabdanya :

صف لى حسنات عمر, عمر, فقال : لو كانت البحار مدادا والشجر اقلاما لما حصرتها. صف لى حسنات ابى بكر فقال : عمر حسنة من حسنات ابى بكر.

Kemukakanlah kepadaku tentang kebaikan Umar, lalu Jibril menjawab : andaikan seluruh samudra menjadi tinta dan pepohonan menjadi nizcaya aku tak dapat menghitung kebaikannya ; Nabi bertanya lagi : kemukakanlah sekarang kebaikan Abu Bakar, dan Jibril menjawab : Umar itu sendiri termasuk salah satu kebaikan Abu Bakar”.

Dalam hal lain dinyatakan sebagai berikut :

عز الدّنيا بالمال ك وعز الأخرة بصالح الأعمال

Keluhuran dunia dicapai dengan harta, sedang keluhuran akhirat dicapai dengan amal perbuatan yang saleh.

Dengan demikian, urusan dunia tidak menjadi kuat dan maslahat melainkan dengan harta, seperti halnya urusan akhirat akan menjadi kuat dan maslahat hanya jika dicapai dengan amal saleh.

Maqalat 5
Dari Utsman Radliyallahu Anhu menyatakan :

همّ الدّنيا ظلمة فى القلب ك وهمّ الأخرة نور فى القلب

Kepayahan menghadapi dunia itu kegelapan di hati, sedang kepayahan menghadapi akhirat menjadi sinar penerang hati”.

Dimaksudkan bahwa, kesusahan yang timbul dari urusan-urusan keduniaan itu mengakibatkan hati menjadi gelap sedang kesusahan dari urusan akhirat justru membuat hati bersinar terang..

Atas dasar 2 maqolah tersebut, hendakanya kita mampu memperoleh izzut dun ya dan izzul akherat sekaligus . Maal (harta) yang kita miliki di dunia ini harus kita gunakan pada sholihil a’mal (berbuat baik ) untuk kepentingan akherat kelak.
Ya Allah, janganlah engkau jadikan dunia ini sebagai target keperluanku dan tujuan ilmuku. Amin. ( Drs. H. Akhirin Ali, M. Ag )

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011 Eibece | High CTR Blogspot Themes designed by Ali Munandar | Powered by Blogger.Com.